Monday, November 7, 2011

Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi

Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi
Defenisi Teknologi Informasi
Teknologi Informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information technology (IT) adalah istilah umum yang menjelaskan teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya berupa komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam modern (misalnya ponsel).
Pengolahan, penyimpanan dan penyebaran vokal, informasi bergambar, teks dan numerik oleh mikroelektronika berbasis kombinasi komputasi dan telekomunikasi. Istilah dalam pengertian modern pertama kali muncul dalam sebuah artikel 1958 yang diterbitkan dalam Harvard Business Review, di mana penulis Leavitt dan Whisler berkomentar bahwa "teknologi baru belum memiliki nama tunggal yang didirikan. Kita akan menyebutnya teknologi informasi (TI). ". Beberapa bidang modern dan muncul teknologi informasi adalah generasi berikutnya teknologi web, bioinformatika, ''Could Computing'', sistem informasi global, Skala besar basis pengetahuan dan lain-lain.

SEJARAH TEKNOLOGI INFORMASI
Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi, bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain tetapi itu tidak bertahan secara lama karena Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas.
Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.
Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu.
Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, televisi, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.
INFORMASI UMUM
TI adalah bidang pengelolaan teknologi dan mencakup berbagai bidang yang termasuk tetapi tidak terbatas pada hal-hal seperti proses, perangkat lunak komputer, sistem informasi, perangkat keras komputer, bahasa program , dan data konstruksi. Singkatnya, apa yang membuat data, informasi atau pengetahuan yang dirasakan dalam format visual apapun, melalui setiap mekanisme distribusi multimedia, dianggap bagian dari TI. TI menyediakan bisnis dengan empat set layanan inti untuk membantu menjalankan strategi bisnis: proses bisnis otomatisasi, memberikan informasi, menghubungkan dengan pelanggan, dan alat-alat produktivitas.
TI melakukan berbagai fungsi (TI Disiplin/Kompetensi) dari meng-instal Aplikasi untuk merancang jaringan komputer dan Database informasi. Beberapa tugas yang TI lakukan mungkin termasuk manajemen data, jaringan, rekayasa perangkat keras komputer, database dan desain perangkat lunak, serta manajemen dan administrasi sistem secara keseluruhan. Teknologi informasi mulai menyebar lebih jauh dari konvensional komputer pribadi dan teknologi jaringan, dan lebih ke dalam integrasi teknologi lain seperti penggunaan ponsel, televisi, mobil, dan banyak lagi, yang meningkatkan permintaan untuk pekerjaan.
Di masa lalu, para (Dewan Akreditasi untuk Engineering dan Teknologi) dan Asosiasi untuk mesin komputasi telah bekerjasama untuk membentuk akreditasi dan standar kurikulum untuk program degrees di Teknologi Informasi sebagai bidang studi dibandingkan dengan Ilmu Komputer and Sistem Informasi. SIGITE (Special Interest Group for IT Education) adalah kelompok kerja ACM untuk mendefinisikan standar ini. Pendapatan layanan TI di seluruh dunia sebesar $ 763.000.000.000 di tahun 2009.
PERTUMBUHAN DAN KAPASITAS TEKNOLOGI
Hilbert dan Lopez mengidentifikasi kecepatan eksponensial perubahan teknologi (semacam hukum Moore): mesin 'aplikasi-spesifik untuk menghitung kapasitas informasi per-kapita memiliki sekitar dua kali lipat setiap 14 bulan antara 1986-2007; kapasitas per-kapita di dunia komputer tujuan umum telah dua kali lipat setiap 18 bulan selama dua dekade yang sama, kapasitas telekomunikasi global per-kapita dua kali lipat setiap 34 bulan; kapasitas penyimpanan dunia per kapita yang dibutuhkan sekitar 40 bulan untuk menggandakan (setiap 3 tahun); dan informasi siaran per kapita telah dua kali lipat sekitar setiap 12,3 tahun.
Peran Teknologi Informasi Dalam Kehidupan Sehari-hari
            Kita telah mengetahui bersama bahwa Teknologi informasi tidak dapa dipisahkan dalam kehidupan sehari kita. Jelas, hal ini disebabkan karena keberadaan teknologi informasi banyak memberikan manfaat dan menunjang dan membantu manusia dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
Untuk e-education, kita sudah mengenal program Internet Goes to School, Community Access Point, e-Learning, Smart Campus dan generasi Baru Guru Indonesia, yang dilansir salah satu operator terbesar di Tanah Air.
Bahkan untuk mempercepat penyebaran teknologi informasi ke wilayah-wilayah pedesaan. Internet dapat membuka peluang dan memberikan manfaat yang sangat banyak, termasuk dalam bidang keagamaan.
Keberadaan teknologi komunikasi dan informasi, terutama internet, mampu membuat batas-batas Negara dan budaya menjadi tidak lagi relevan. Untuk menghindari munculnya ekses-ekses negative, yang harus kita lakukan adalah membentengi iman sekuat mungkin.
read more...

Tuesday, November 1, 2011

Pengembangan Kelompok Tani

Pengembangan Kelompok Tani

Sebagian besar kelompok yang terbentuk sekarang ini kenyataannya merupakan bagian dalam pengembangan masyarakat yang dirancang untuk mengakses proyek. Sehingga sulit dipisahkan apakah kelompok masyarakat itu timbul dari motivasi masyarakat sendiri ataukah terbentuk karena proyek. Kelompok yang dibentuk karena adanya proyek, tidak akan mengakar di masyarakat. Oleh karena itu, ketika proyek selesai kelompokpun bubar. Demikian pula halnya dengan kelompok-kelompok yang dibentuk oleh masyarakat untuk mendapatkan bantuan, ketika bantuan tak kunjung datang maka aktifitas semakin surut dan akhirnya menghilang. Untuk menyikapi hal ini, maka dikembangkan Pendekatan Pengembangan Kelompok yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi berbagai permasalahan dan kebutuhannya. Kerapkali timbul pertanyaan, mengapa menggunakan pendekatan berkelompok untuk suatu program pemberdayaan masyarakat? (http:// www.deliveri.org/guidelines/how/hm_8/hm_8_1i.htm).
Dari sisi lembaga, terbatasnya kesanggupan lembaga untuk mendampingi seluruh masyarakat desa, melalui kelompoklah lembaga mencoba melakukan pendekatan pengembangan masyarakat, dengan harapan hasil-hasil yang positif dapat disebar luaskan ke anggota masyarakat lainnya. (http:// www.deliveri.org/guidelines/how/hm_8/hm_8_1i.htm).
 Kelompok dapat diartikan sebagai suatu wadah masyarakat untuk berkumpul dan bekerjasama dalam mencapai tujuan mereka. Pengembangan Kelompok merupakan serangkaian proses kegiatan memampukan / memberdayakan kumpulan anggota masyarakat yang mempunyai tujuan bersama. Proses Pengembangan Kelompok dimulai dari proses pengenalan akan program, berlanjut pada Kajian Keadaan Pedesaan secara Partisipatif dan diperkuat ketika masyarakat merasa mereka perlu berbagi tugas dan tanggung jawab dalam melakukan kegiatan yang dibutuhkan untuk menjawab permasalahan yang mereka hadapi. (http:// www.deliveri.org/guidelines/how/hm_8/hm_8_1i.htm).
Masyarakat Indonesia sejak dulu sudah terbiasa bekerja berkelompok dengan bentuk yang sesuai dengan budaya dan kondisi lokal yang ada. Paguyuban tari di Jawa Barat, Sekaa semal di Bali dimana masyarakat berkelompok untuk memberantas hama tupai, Mapalus di Minahasa dimana masyarakat bekerja gotong royong di kebun orang, kelompok pengajian dan sebagainya. (http:// www.deliveri.org/guidelines/how/hm_8/hm_8_1i.htm).
Dari sisi masyarakat, dengan berkelompok akan lebih mudah mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan, dibandingkan dengan bekerja sendiri. Lagipula, kelompok merupakan wadah belajar bersama dimana masyarakat bisa saling bertukar pengalaman dan pengetahuan. Selain itu, kelompok membangun solidaritas sesama warga desa. Aspek penting yang perlu diperhatikan dalam pendekatan pengembangan kelompok :
  • Keanggotaan tidak terikat oleh jumlah.
  • Perlu memperhatikan keterlibatan kaum perempuan
  • Berpihak pada mereka yang miskin sumberdaya, tidak berpendidikan dan 'kelompok terabaikan' lainnya.
  • Orientasi kegiatan berdasarkan kebutuhan; bukan ditentukan komoditasnya oleh pihak luar
  • Aspek keswadayaan tercermin dalam setiap kegiatan, termasuk pembiayaan
  • Kelompok sebagai pelaku utama pengambilan keputusan
  • Demokratis, terbuka / transparan
  • Berwawasan lingkungan dan budaya
  • Mengoptimalkan sumberdaya lokal
  • Peran masyarakat semakin meningkat, peran pendamping semakin berkurang (http:// www.deliveri.org/guidelines/how/hm_8/hm_8_1i.htm)
read more...

Kelembagaan Peternakan

Kelembagaan Peternakan

Kelembagaan yang sangat perlu untuk mendukung pembangunan peternakan sebagai penentu kebijakan dan penataan pelaksanaannya yang berdaya guna dan berhasil guna diperlukan, anatara lain :
a.       Kelembagaan Pemerintah
Kelembagaan pemerintah yang berfungsi sebagai Pembina, pengawas, peneliti dan pelaksana pendidikan, pelatihan serta penyuluhan, yang perlu tersedia pada tingkat propinsi, kabupaten/kota dan kecamatan.
b.      Kelembagaan Peternak/Kelompok Peternak
Pada umumnya kelompok peternak belum dimanfaatkan secara optimal oleh peternak sehingga belum berfungsi optimal sebagai : wadah belajar mengajar, unit produksi, wahana kerjasama antar anggota dan antar kelompok serta dengan pengusaha yang bergerak dibidang peternakan. Kelompok peternak belum melembaga dengan koperasi/unit usaha, sehingga belum dapat memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan sarana produksi, pengolahan hasil, pemasaran dan upaya mendapatkan modal untuk meningkatkan skala usahanya. Oleh karena itu perlu dilakukan pembinaan kontak peternak andalan yang lebih intensip sampai menjadi kelompok peternak mandiri.
Menurutnya selain pasar ternaknya yang harus jelas, kelembagaan pengembangan integrasi usaha tani dan ternak juga perlu diadakan. Baik kelembagaan yang memayungi usaha integrasi tersebut, maupun kelembagaan di petaninya. Untuk kelembagaan yang memayungi integrasi bisa dikembangkan pola kerjasama antara pemerintah daerah, perusahaan swasta dan petani. “ Ternaknya bisa dari swasta atau pemerintah yang diberikan kepada petani sebagai kredit.
            Pemerintah daerah bisa berperan sebagai koordinator, “fasilitator” (pelayan), “regulator” (pengatur), “dinamisator” (penggerak) dan pengendali dimasing-masing wilayah kerja administratif (Propinsi, Kabupaten dan Kota) sesuai dengan kewenangannya.
            Sedangkan perusahaan swasta bisa berperan sebagai : penyedia lahan pertanian sebagai basis ekologi sumber pakan dan lingkungan hidup ternak (lingkungan budidaya), sumber utama penghasil bahan pakan alternatif yang selama ini relatif belum banyak dimanfaatkan, dan sebagai inti dalam kerjasama kemitraan usaha dengan petani/ peternak dengan tugas menyediakan agroinput (sarana dan prasarana, dan pemasaran).
            Selain itu, perusahaan swasta juga bisa berperan sebagai pelaku usaha peternakan misalnya dengan membuka devisi usaha peternakan, sebagai Avalis (penjamin) petani/ kelompok tani ternak dalam pengajuan Kredit Modal Usaha Peternakan kepada lembaga keuangan yang menyediakan kredit.
Sedangkan petani/peternak atau kelompok tani ternak berperan sebagai pelaku usaha peternakannya. “para petani/peternak atau kelompok tani ternak ini mungkin belum berkoperasi, sehingga pengelolaan usaha ternaknya bisa lebih efesien dan ekonomis. (http:www.pustaka.deptan.go.id/inovasi/k.1060612 pdf.)

c.       Kelembagaan Pasar

Dalam hal ini peran pemerintah penting untuk menciptakan kelembagaan pasar, agar peternak tidak tertekan oleh bentuk pasar yang sifatnya monopoli dan monopsoni terutama yang dilakukan oleh para tengkulak atau blantik.
Kelembagaan pasar yang diperlukan antara lain sarana pemasaran (pasar hewan) yang memadai dan mudah dijangkau serta tersedianya system informasi pasar.
d.      Kelembagaan Penyuluhan dan Penelitian Peternakan
 Berkembangnya teknologi secara pesat mulai proses produksi, panen, pasca panen (kualitas produk) sampai pemasaran memerlukan sinergi kelembagaan penyuluhan dan penelitian peternakan. Kemitraan/ kerjasama antara peternak dengan kelembagaan penyuluhan dan penelitian perlu ditingkatkan.
(bp2tp.litbang.deptan.go.id/file/wp 04_01 analisis kelembagaan.pdf.)
read more...