Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Wednesday, January 4, 2012

Sejarah Terapi Kedelai

Sejarah Terapi Kedelai

Pada bulan Februari 1994, sebanyak 250 ilmuwan, ahli gizi,dan perawat kesehatan profesional berkumpul di Mesa, Arizona untuk mendengarkan penemuan terbaru dalam pencegahan dan penanganan penyakit kanker dan bahaya kelebihan   kadar   kolesterol.  Kelompok   ini   terdiri  atas  para  peneliti  dari Hirosaki University School of Medicine di Jepang, University of Helsinki di Filandia, dan University of Milan di Italia. Mereka bergabung dengan rekan-rekan seprofesi dari organisasi-organisasi peneliti utama Amerika Serikat, termasuk National Cancer Institute dan Harvard School of Public Health. Para spesialis jantung melaporkan sebuah langkah awal perawatan untuk menurunkan kadar kolesterol yang tidak kalah efektifnya dengan obat-obatan. Pendekatan baru ini memiliki kelebihan karena tanpa efek samping dan tidak berbahaya bagi kesehatan pasien. Para peneliti kanker membahas sebuah senyawa kimia yang dapat melemahkan enzim-enzim yang merangsang perkembangan tumor dan dapat melemahkan hormon-hormon potensial penyebab penyakit kanker serta dapat menetralisir sel-sel kanker. Yang menarik dari konferensi ini adalah mereka tidak membahas obat-obatan mutakhir atau modern ataupun zat kimia yang sangat langka. Sebaliknya, mereka membahas salah satu bahan makanan yang selama ini telah diproduksi dalam jumlah yang sangat besar di Amerika Serikat dan makanan ini tidak mahal dan tersedia di hampir semua pasar swalayan atau pasar tradisonal. Sesungguhnya, mereka membicarakan tentang kedelai dan produk-produk yang dihasilkan dari bahan makanan ini.

Pada tahun 1999, Food and Drug Administration (FDA) U.S menyetujui bahwa “mengkonsumsi 25 grm protein kedelai perhari sebagai bagian dalam diet yang mana rendah akan lemak jenuh dan kolesterol, dapat menurunkan resiko penyakit jantung (Food and Drug Administration, 1999), dan pada tahun berikutnya American Heart Association mengesahkan pengkonsumsian bahan pangan kedelai bagi seseorang yang bertingkat kolesterol tinggi (Erdman JW, 2000).

Akhir-akhir ini, para ilmuwan berhasil memisahkan senyawa-senyawa kimiawi dalam tanaman kedelai yang dinamakan ‘phytochemicals” yang ternyata mampu mencegah berbagai penyakit dengan cara-cara yang beraneka ragam. Beberapa diantaranya dapat menurunkan kadar kolesterol sehingga dapat mencegah atau mengurangi resiko terserang penyakit jantung. Sementara itu, zat lainnya juga dapat melemahkan “carcinogens” (zat-zat penyebab penyakit kanker) atau menciptakan sistem kekebalan yang mampu meningkatkan kemampuan tubuh dalam melawan serangan atau infeksi suatu penyakit. 

read more...

kandungan kedelai yang bermanfaat bagi manusia

Kandungan Kedelai
Kedelai banyak mengandung berbagai jenis zat yang bermanfaat (phytochemical) dan beberapa diantaranya bersifat sangat unik dalam makanan kedelai. Adapun kandungan kedelai yang bermanfaat bagi manusia, yaitu :

Isoflavones

Isoflavones merupakan senyawa yang sejenis dengan estrogen alami yang dihasilkan oleh tubuh dan merupakan estrogen yang halus. Senyawa ini terurai dalam tubuh menjadi fitoestrogen (yang secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai estrogen tumbuh-tumbuhan). Senyawa isoflavones menyerupai hormon dan dapat mencegah perkembangan kanker berdasarkan hormon-hormon tertentu. Bahkan beberapa ilmuwan meyakini bahwa senyawa isoflavones dapat mencegah bintik-bintik merah  pada wanita menopause.

Isoflavon merupakan faktor kunci dalam kedelai sehingga memiliki potensi memerangi penyakit tertentu. Isoflavon kedelai dapat menurunkan resiko penyakit jantung dengan membantu menurunkan kadar kolesterol darah. Protein kedelai telah terbukti mempunyai efek menurunkan kolesterol, yang dipercaya karena adanya isaoflavon di dalam protein tersebut.

Makanan yang terbuat dari kedelai mempunyai jumlah isoflavon yang bervariasi, tergantung bagaimana mereka diproses. Makanan dari kedelai seperti tahu, susu kedelai, tepung kedelai dan kedelai utuh mempunyai kandungan isoflavon berkisar antara 130 – 380 mg/100 gram. Kecap dan minyak kedelai tidak mengandung isoflavon. Produk kedelai yang digunakan sebagai bahan tambahan pangan, seperti isalat dan konsentrat protein kedelai mempunyai kandungan isoflavon yang bervariasi, tergantung bagaimana proses pengolahannya. Misalnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alkohol dalam proses ekstraksi menghasilkan kadar isoflavon yang rendah.

Genistin

Kedelai merupakan satu-satunya sumber genistein yaitu isoflavon yang telah banyak menarik perhatian para peneliti. Beberapa penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa genistein mampu menghalangi enzim-enzim yang dapat merangsang pertumbuhan tumor. Sementara itu, penelitian dengan objek binatang dan pembuluh darah juga memperlihatkan bahwa Genistein dapat menghalangi tumbuhnya sel-sel kanker prostat dan payudara. Terlebih lagi, genistein dapat membantu sebuah proses yang disebut diferensiasi dalam sel-sel kanker. 

Daidzein

Daidzein adalah isoflavon jenis lain yang terdapat di dalam kedelai. Penelitian akhir-akhir ini menemukan bahwa senyawa-senyawa ini dapat menghalangi sel-sel kanker dan merangsang diferensiasi sel pada binatang.

Protease Inhibitor

Senyawa-senyawa ini menghalangi kerja protease , enzim-enzim , yang merangsang tumbuhnya tumor. Menurut Ann R. Kennedy, Ph.D, seorang peneliti University of Pennsylvania School of Medicine, protease inhibitor ini dapat menjadi “anti-karsinogen universal” yang pada beberapa binatang berfungsi untuk mencegah atau menghalangi menyebarluasnya kanker.

Asam Fitik

Senyawa ini merupakan antioksidan yang ditemukan di berbagai  tanaman. Asam fitik adalah kelator dalam artian bahwa asam ini bersenyawa dengan zat-zat lainnya yang merangsang tumbuhnya sebuah tumor. Penelitian pada binatang menunjukkan bahwa asam fitik dapat mengurangi ukuran dan jumlah tumor pada binatang percobaan yang diberi makan dengan  karsinogen potensial.  

Saponin 

Senyawa ini ditemukan pada kedelai, kacang-kacangan, ginseng, dan biji bunga matahari seperti yang ditunjukkan dalam berbagai penelitian terhadap binatang dapat membunuh sel-sel kanker usus.

Antioksidan

Makanan-makanan yang berasal dari kedelai mengandung antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa-senyawa yang melindungi sel-sel dari kerusakan yang disebabkan oleh molekul-molekul oksigen bebas yang disebut radikal bebas (free radicals). Oksigen bebas ini diyakini sebagai zat yang bertanggung jawab atas terbentuknya kanker dan juga penuaan dini. 

Phitic Acid

Senyawa-senyawa ini telah terbukti menghalangi pertumbuhan  tumor dalam berbagai penelitian hewan. Meskipun peelitian yang lebih seksama perlu dilakukan dan juga analisis yang lebih mendetail tentang hal-hal yang berakitan dengan kedelai, tetapi banyak ilmuwan terkemuka sepakat bahwa ada bukti yang kuat bahwa kedelai dapat melindungi tubuh dengan cara menurunkan kadar kolesterol serta mengobati penyakit-penyakit lainnya yang terkenal di dunia.

read more...

Bahaya Kolesterol bagi manusia

Bahaya Kolesterol
Banyak peneliti yakin bahwa terlalu banyak LDL dalam darah dapat menyebabkan kerusakan pada dinding arteri yang dapat merangsang pembentukan plak.  Akan tetapi, orang dengan kadal HDL rendah(kurang dari 40 mg per [desiliter 1,03 mmol per liter] pada pria dan kurang dari 50 mg per [desiliter 1,3 mmol per liter] pada wanita memiliki faktor risiko untuk terkena penyakit jantung koroner (Miller NE,dkk, 2000), restenosis setelah angioplasty (Shah PK, Amin J, 1992), dan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler terutama pada pria (Wilson PW,dkk, 1988) atau sesorang dengan penyakit diabetes (Goldbourt U,dkk, 1989). Sering kali orang dengan kadar HDL rendah juga memiliki faktor risiko kardiovaskular lainnya, seperti diabetes, hipertensi, atau keduanya yag meningkatkan risiko lebih lanjut.

Kolesterol juga sangat penting untuk pembuatan membrane sel, hormon-hormon seksual, dan produksi vitamin, dan lain-lain. Kadar kolesterol yang tinggi dalam darah selalu berkaitan dengan meningkatnya resiko perkembangan Coronary Arthery Deasease (CAD). CAD ditunjukkan ketika arteri koroner mengirimkan darah ke jantung yang terpenuhi oleh plak. Akibatnya, terjadi penyempitan pembuluh darah pada arteri sehingga darah yang mengalir ke jantung terhalangi atau terganggu. Jika pasokan darah ke jantung berkurang, maka otot jantung akan mati yang menyebabkan serangan jantung. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa radang atau inflamasi memainkan peranan dalam penyakit  CAD ini dan manifestasi dari aterosklerosis. Pada saat terjadi aterosklerosis atau penumpukan plak kolestrol, sel-sel yang mendominasi dari lesi aterosklerosis adalah sel-sel kekebalan tubuh. Molekul efektor yang dikeluarkan oleh sel-sel imun mempercepat perkembangan luka dan menimbulkan radang akut sindrom koroner. Ini membuktikan bahwa, aterosklerosis, penyebab utama CAD, adalah penyakit inflamasi dimana kekebalan berinteraksi dengan faktro risiko  metabolik untuk memulai, menyebarkan dan mengaktifkan lesi di cabang arteri (Göran K. Hansson, M.D, 2005).

read more...

Kolesterol dan jenis-jenis kolesterol

Kolesterol

Kolesterol adalah lipida yang diproduksi oleh hati dan terdapat dalam makanan-makanan yang berasal dari hewan, seperti daging dan makanan-makanan lemak jenuh. Kolesterol pada dasarnya adalah lemak, maka kolesterol diangkut dalam tubuh pada lipoprotein. Kolesterol digunakan oleh sel sebagai energi, dalam pergantian sel untuk membentuk sel-sel hormonal kelamin, dan pekerjaan penting lainnya.

Kolesterol adalah lemak yang terdapat dalam aliran darah atau berada dalam sel tubuh, yang sebenarnya dibutuhkan untuk pembentukan dinding sel dan sebagai bahan baku beberapa hormon, namun apabila kadar kolesterol dalam darah berlebihan, akan mengakibatkan penyakit jantung koroner dan stroke. Kolesterol secara alami bisa dibentuk oleh tubuh sendiri, selebihnya didapat dari makanan hewani, seperti daging, unggas, ikan, margarin, keju, dan susu.  Makanan yang berasal dari nabati, seperti buah, sayur, dan beberapa biji-bijian, tidak mengandung kolesterol. Kolesterol sendiri tidak larut dalam darah, untuk itu perlu berikatan dengan pengangkutnya yaitu lipoprotein, yaitu low-density lipoprotein (LDL) atau high-density lipoprotein (HDL). 

Jenis-jenis kolesterol
  • Kolesterol LDL 

Kolesterol LDL adalah lemak yang “jahat”, karena bisa menimbun pada dinding dalam dari pembuluh darah, terutama pembuluh darah kecil yang mensuplai makanan ke jantung dan otak. Timbunan lemak itu makin lama makin tebal dan makin keras, yang dinamakan arteriosklerosis, dan akhirnya menyumbat aliran darah. Kolesterol LDL yang optimal adalah bila kadarnya dalam darah di bawah 100 mg/dl. Kolesterol LDL 100 – 129 mg/dl dimasukkan kategori perbatasan (borderline), apabila di atas 130 dan disertai factor risiko lain seperti merokok, gemuk, diabetes, tidak olahraga, apalagi jika sudah mencapai 160 atau lebih, maka segera perlu diberi obat. Kadar LDL yang tinggi dalam aliran darah disebabkan adanya alat penangkap atau penerima khusus pada sel yang melekat pada LDL bila mereka membutuhkannya. Bila sel telah memiliki kolesterol yang cukup, mereka berhenti memproduksi penerima kolesterol, membiarkan kolesterol LDL mengalir bebas dalam aliran darah.
  • Kolesterol HDL 

Kolesterol HDL (High Density Lipoprotein) merupakan lemak yang dapat melarutkan kandungan LDL. Kolesterol HDL disebut sebagai lemak yang “baik”, lantaran dapat membersihkan dan mengangkut timbunan lemak dari dinding pembuluh darah ke hati. Kolesterol HDL yang ideal harus lebih tinggi dari 40 mg/dl untuk pria, atau di atas 50 mg/dl untuk wanita. Penyebab kolesterol HDL yang rendah adalah kurang gerak badan, terlalu gemuk, serta kebiasaan merokok. Selain itu, hormon testosteron pada pria, steroid anabolik, dan progesteron bisa menurunkan kolesterol HDL, sedangkan hormon estrogen wanita menaikkan HDL. Kadar kolesterol yang rendah dalam darah dapat meningkatkan resiko akan penyakit kardiovaskuler(Curb, 2004; Sharnet, 2001; Gordon T, 2002; Turner 1998; Gordon DJ, 1989).
  • Kolesterol Lp(a)

Kolesterol Lp(a) adalah suatu variasi dari kolesterol LDL. Lp(a) yang  tinggi berbahaya bagi jantung. Penyebab peningkatan Lp(a) belum jelas, mungkin berkaitan dengan faktor genetik.

Rasio Kolesterol

Yang dimaksud dengan Rasio Kolesterol (Cholesterol Ratio) adalah perbandingan dari kolesterol total dibagi dengan kolesterol HDL. Misalnya bila kolesterol total anda 200 mg/dl, kolesterol HDL 50 mg/dl, maka Rasio Kolesterol adalah 200 :50 = 4 : 1. Upayakan Rasio selalu di bawah 5 : 1, rasio yang optimal adalah 3,5 : 1. 

read more...

TERAPI KEDELAI UNTUK MENURUNKAN KADAR KOLESTEROL

TERAPI KEDELAI UNTUK MENURUNKAN KADAR KOLESTEROL

Menurut American Heart Association, hampir 95 juta orang Amerika memiliki kadar kolesterol di atas 200 mg/dl dan 37 juta memiliki kadar 240 mg/dl. Laporan 1987 dari Kolesterol Nasional Pendidikan Program , Adult Treatment Panel menyarankan tingkat kolesterol darah total harus: <200 mg / dL kolesterol darah normal, 200-239 mg / dL perbatasan-tinggi, lebih dari 240 mg / dL kolesterol tinggi (National Cholesterol Education Program, 2001). The American Heart Association menyediakan seperangkat pedoman yang sama total (puasa) tingkat kolesterol darah dan risiko penyakit jantung (American Heart Association, 2008). Kadar kolesterol yang tinggi tidak terlepas dari makanan yang dikonsumsi oleh manusia. 

Di era globalisasi ini, makanan instant seperti ayam Kentucky dan sebagainya merupakan makanan yang sangat digemari oleh masyarakat. Padahal mereka tidak mengetahui bahaya yang dapat ditimbulkannya. Populasi studi secara konsisten telah menunjukkan bahwa kolestrol HDL mempunyai peran dalam penyakit kardiovaskuler (Assmann G,dkk,2002). Makanan demikian memperbesar peluang kita  terserang berbagai macam penyakit seperti penyakit kardiovaskuler. Selain itu, tanpa kita sadari, makanan cepat saji yang cara menyajikannya dengan menggoreng terlebih dahulu  mengandung kadar kolesterol yang tinggi. Jika hal ini terus berlangsung tanpa kita sadari, maka kita dapat saja secara tiba-tiba meninggal.

Kolesterol merupakan lipida yang diproduksi oleh hati dan terdapat dalam makanan yang berasal dari hewan, seperti daging dan makanan-makanan lemak jenuh. Kolesterol pada dasarnya merupakan lemak yang diangkut dalam tubuh pada lipoprotein. Jika kadar kolesterol dalam tubuh  tinggi, maka dapat menyebabkan timbulnya plak. Selain itu, juga dapat menyebabkan pembuluh darah tersumbat karena jantung terbungkus lemak sehingga jantung mengalami kerusakan. Apabila jantung mengalami kerusakan, maka berpeluang besar terjadinya serangan jantung bahkan dapat mengakibatkan kematian secara tiba-tiba. (Read More about kolesterol)

Berdasarkan penyelidikan epidemiologi, perempuan-perempuan post menopaus di China yang mengkonsumsi kedelai lebih banyak, mengalami serangan Jantung 86% sedikit lebih dibandingkan dengan yang mengonsumsi kedelai lebih sedikit (Zhang X, 2003). Orang Jepang mempunyai tingkat kematian paling rendah akibat serangan jantung dalam populasi laki-laki di seluruh dunia dan memiliki tingkat terendah kedua bagi populasi wanitanya. Meskipun menu orang Jepang juga mengandung senyawa lain yang juga dapat mencegah infeksi bakteri, tetapi para ilmuwan yakin bahwa frekuensi mengkonsumsi kedelai menjadi faktor utama masyarakat Jepang memiliki tubuh yang sehat dan umur yang panjang. Protein kedelai telah terbukti mempunyai efek menurunkan kolestrol, yang dipercaya karena adanya isoflavon (Kowara,Sutrisno, 2006). Isoflavon merupakan faktor kunci dalam kedelai sehingga memiliki potensi memerangi penyakit tertentu. Isoflavon kedelai dapat menurunkan resiko penyakit jantung dengan membantu menurunkan kadar kolesterol darah. Protein kedelai telah terbukti mempunyai efek menurunkan kolesterol, yang dipercaya karena adanya isoflavon di dalam protein tersebut.

Para peneliti yakin bahwa hanya dengan menambahkan sedikitnya 2 ons makanan yang terbuat dari kedelai ke dalam menu sehari-hari yang sehat dapat menjaga tubuh kita dari penyakit kanker dan jantung akibat bahaya kolesterol tinggi. Oleh sebab itu, dengan mengkonsumsi kedelai dapat meningkatkan kesehatan kita semua, terutama mencegah timbulnya penyakit-penyakit akibat kadar kolesterol yang tinggi.
read more...

Monday, December 26, 2011

Sifat-sifat URIN

SIFAT-SIFAT URIN
1.      VOLUME URIN
Volume urin dalam 24 jam tergantung pada faktor fisiologik (misalnya intake cairan suhu dan kerja fisik) dan faktor patologik (misalnya penyakit ginjal, diabetes mellitus, dan sebagainya). Beberapa obat misalnya golongan diuretic,kopi, alcohol dapat pula mempengaruhi volume urin. Pada manusia, normalnya volume urin antara 600-2500 ml/24 jam. Kelainan-kelainan dalam volume urin :
Poliuri         : bila volume urin > 2500 ml/24jam
Oligouri      : bila volume urin < 600 ml/24 jam
Anuri           : bila tidak terbentuk urin
Prinsip : untuk menentukan volume urin diperlukan urine yang dikumpulkan dalam 24 jam
Percobaan : Urin hari pertama dibuang pada waktu yang telah ditentukan (misalnya jam 6 pagi). Semua urin mulai waktu itu sampai dengan waktu yang sama pada hari berikutnya dikumpulkan. Seluruh urine tersebut harus dismpan dalm keadaan dingiin dengan toluen sebagai pengawet.

2.      BERAT JENIS URIN
Berat jenis urin normal antara 1,003-1,030 tergantung pada jumlah zat-zat yang terlarut di dalmnya dan volume urin. Jumlah total zat padat dalm urin 24 jam kira-kira 50 gram. Berat jenis urin berubah terutama pada penyakit ginjal.
Prinsip : untuk menentukan berat jenis urin diperlukan alat hydrometer/urinometer. Urine yang digunakan adalah urine 24 jam.
Percobaan :
-        Tampung urin (sewaktu, pagi hari dan urin 24 jam) ke dalam wadah yang telah disediakan.
-        isilah sebuah tabung urinometer dengan urin tersebut di atas dan letakkan hydrometer didalamnya hingga urinometer pada posisi terapung. Hidrometer tidak bleh menyentuh dinding tabung. Catatlah suhu urin tersebut dengan menggunakan thermometer. Tiap-tiap urinometer telah ditera pada suhu tertentu.
-        bila suhu urin tidak sama dengan suhu tera, lakukanlah koreksi dengan cara tambahkan 0,001 pada angka yang dinyatakan hydrometer abgi tiap penambhan suhu 3oC di atas suhu tera atau dikurangi 0,001 pada angka yang dinyatakan hydrometer bagi tiap penambahan suhu 3oC di bawah suhu tera.
-        Kemudian bacalah skala pada meniscus bawah urin dan hitunglah dengan menggunakan rumus berikut ini :
-        Kalikan dua angka terakhir berat jenis urin sesungguhnya tersebut di atas dengan koefisien Long (2,6). Hasilnya diperoleh secara kasar jumlah zat padat total dalam 1 liter urin (gram).
3.      PH URIN
Urin dapat bersifat asam, netral, atau basa dengan pH antara 4,7-8,0. Tetapi urin yang dikumpulkan selama 24 jam biasanya bersifat asam. urin yang diambil pada waktu-waktu tertentu mempunyai pH yang berbeda-beda. Beberapa waktu setelah makan, urin akan bersifat netral bahkan alkalis. Ini disebut alkalin ide. BIla dibiarkan waktu lama, urin dapt mengalami qmmoniacal fermentation atau acid fermentation. Hal ini disebabkan oleh bakteri dan PH urin menjadi basa.
Prinsip : pH urin ditentukan dengan indicator universal, urine yang digunakan adalah urine 24 jam.
Percobaan : Celupkan secarik strip indicator universal ke dalam urin sewaktu dan 24 jam kemudian bacalah pH urin tersebut.

4.      BAU, WARNA DAN KEKERUHAN
Urin yang baru dikeluarkan mempunyai bau khas. Bila urin mengalami dekomposisi, timbul bau ammonia yang tidak enak. Pada penderita diabetes mellitus dengan ketosis maka urin akan berbau aseton.
Warna urin berbeda-beda sesuai dengan kepekatannya, tetapi dalam keadaan normal urin berwarna kuning muda. Warna terutama disebabkan oleh pigmen urokrom yang berwarna kuning dan sejumlah kecil oleh urobilin dan hematoporfirin.
Dalam keadaan demam karena pemekatan, warna urin berubah menjadi kuning tua atau agak coklat. Pada penyakit hati, pigmen empedu dapat menyebabkan urin menjadi hijau, coklat, atau kuning tua. Darah/hemoglobin menyebabkan urin warna merah, sedangkan methemoglobin atau asam hemogentisat menyebabkan warna urin coklat tua.
Urin normal biasanya jernih pada waktu dikeluarkan, tetapi bila dibiarkan dalam waktu lama akan timbul kekeruhan disebabkan oleh nucleoprotein, mukoid, atau sel-sel epitel. Selain itu pada urin yang alkalis, kekeruhan dapat disebabkan oleh endapan fosfat sedangkan pada urin asam biasanya disebabkan oleh endapan urat.
Percobaan : Catatlah bau, warna, dan kekeruhan urin sewaktu, pagi hari dan urin 24 jam.
read more...

Histologi Respirasi

HISTOLOGI RESPIRASI
Sistem pernapasan (Respirasi) merupakan sistem yang berfungsi untuk mengabsorbsi oksigen dan mengeluarkan karbondioksida dalam tubuh yang bertujuan untuk mempertahankan homeostasis. Fungsi ini disebut sebagai respirasi. Sistem pernapasan dimulai dari rongga hidung/mulut hingga ke alveolus, di mana pada alveolus terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida dengan pembuluh darah.
Sistem pernapasan biasanya dibagi menjadi 2 daerah utama:
  1. Bagian konduksi, meliputi rongga hidung, nasofaring, laring, trakea, bronkus, bronkiolus dan bronkiolus terminalis
  2. Bagian respirasi, meliputi bronkiolus respiratorius, duktus alveolaris dan alveolus.
Sebagian besar bagian konduksi dilapisi epitel respirasi, yaitu epitel bertingkat silindris bersilia dengan sel goblet. Dengan menggunakan mikroskop elektron dapat dilihat ada 5 macam sel epitel respirasi yaitu sel silindris bersilia, sel goblet mukosa, sel sikat (brush cells), sel basal, dan sel granul kecil.


Rongga hidung
Rongga hidung terdiri atas vestibulum dan fosa nasalis. Pada vestibulum di sekitar nares terdapat kelenjar sebasea dan vibrisa (bulu hidung). Epitel di dalam vestibulum merupakan epitel respirasi sebelum memasuki fosa nasalis. Pada fosa nasalis (cavum nasi) yang dibagi dua oleh septum nasi pada garis medial, terdapat konka (superior, media, inferior) pada masing-masing dinding lateralnya. Konka media dan inferior ditutupi oleh epitel respirasi, sedangkan konka superior ditutupi oleh epitel olfaktorius yang khusus untuk fungsi menghidu/membaui. Epitel olfaktorius tersebut terdiri atas sel penyokong/sel sustentakuler, sel olfaktorius (neuron bipolar dengan dendrit yang melebar di permukaan epitel olfaktorius dan bersilia, berfungsi sebagai reseptor dan memiliki akson yang bersinaps dengan neuron olfaktorius otak),  sel basal (berbentuk piramid) dan kelenjar Bowman pada lamina propria. Kelenjar Bowman menghasilkan sekret yang membersihkan silia sel olfaktorius sehingga memudahkan akses neuron untuk membaui zat-zat. Adanya vibrisa, konka dan vaskularisasi yang khas pada rongga hidung membuat setiap udara yang masuk mengalami pembersihan, pelembapan dan penghangatan sebelum masuk lebih jauh. epitel olfaktori, khas pada konka superior.
Sinus paranasalis
Terdiri atas sinus frontalis, sinus maksilaris, sinus ethmoidales dan sinus sphenoid, semuanya berhubungan langsung dengan rongga hidung. Sinus-sinus tersebut dilapisi oleh epitel respirasi yang lebih tipis dan mengandung sel goblet yang lebih sedikit serta lamina propria yang mengandung sedikit kelenjar kecil penghasil mukus yang menyatu dengan periosteum. Aktivitas silia mendorong mukus ke rongga hidung.
Faring
Nasofaring dilapisi oleh epitel respirasi pada bagian yang berkontak dengan palatum mole, sedangkan orofaring dilapisi epitel tipe skuamosa/gepeng.
Laring
Laring merupakan bagian yang menghubungkan faring dengan trakea. Pada lamina propria laring terdapat tulang rawan hialin dan elastin yang berfungsi sebagai katup yang mencegah masuknya makanan dan sebagai alat penghasil suara pada fungsi fonasi. Epiglotis merupakan juluran dari tepian laring, meluas ke faring dan memiliki permukaan lingual dan laringeal. Bagian lingual dan apikal epiglotis ditutupi oleh epitel gepeng berlapis, sedangkan permukaan laringeal ditutupi oleh epitel respirasi bertingkat bersilindris bersilia. Di bawah epitel terdapat kelenjar campuran mukosa dan serosa.
Di bawah epiglotis, mukosanya membentuk dua lipatan yang meluas ke dalam lumen laring: pasangan lipatan atas membentuk pita suara palsu (plika vestibularis) yang terdiri dari epitel respirasi dan kelenjar serosa, serta di lipatan bawah membentuk pita suara sejati yang terdiri dari epitel berlapis gepeng, ligamentum vokalis (serat elastin) dan muskulus vokalis (otot rangka). Otot muskulus vokalis akan membantu terbentuknya suara dengan frekuensi yang berbeda-beda.
Trakea
Permukaan trakea dilapisi oleh epitel respirasi. Terdapat kelenjar serosa pada lamina propria dan tulang rawan hialin berbentuk C (tapal kuda), yang mana ujung bebasnya berada di bagian posterior trakea. Cairan mukosa yang dihasilkan oleh sel goblet dan sel kelenjar membentuk lapisan yang memungkinkan pergerakan silia untuk mendorong partikel asing. Sedangkan tulang rawan hialin berfungsi untuk menjaga lumen trakea tetap terbuka. Pada ujung terbuka (ujung bebas) tulang rawan hialin yang berbentuk tapal kuda tersebut terdapat ligamentum fibroelastis dan berkas otot polos yang memungkinkan pengaturan lumen dan mencegah distensi berlebihan.

Bronkus
Mukosa bronkus secara struktural mirip dengan mukosa trakea, dengan lamina propria yang mengandung kelenjar serosa , serat elastin, limfosit dan sel otot polos. Tulang rawan pada bronkus lebih tidak teratur dibandingkan pada trakea; pada bagian bronkus yang lebih besar, cincin tulang rawan mengelilingi seluruh lumen, dan sejalan dengan mengecilnya garis tengah bronkus, cincin tulang rawan digantikan oleh pulau-pulau tulang rawan hialin.
Bronkiolus
Bronkiolus tidak memiliki tulang rawan dan kelenjar pada mukosanya. Lamina propria mengandung otot polos dan serat elastin. Pada segmen awal hanya terdapat sebaran sel goblet dalam epitel. Pada bronkiolus yang lebih besar, epitelnya adalah epitel bertingkat silindris bersilia, yang makin memendek dan makin sederhana sampai menjadi epitel selapis silindris bersilia atau selapis kuboid pada bronkiolus terminalis yang lebih kecil. Terdapat sel Clara pada epitel bronkiolus terminalis, yaitu sel tidak bersilia yang  memiliki granul sekretori dan mensekresikan protein yang bersifat protektif. Terdapat juga badan neuroepitel yang kemungkinan berfungsi sebagai kemoreseptor.
Bronkiolus respiratorius
Mukosa bronkiolus respiratorius secara struktural identik dengan mukosa bronkiolus terminalis, kecuali dindingnya yang diselingi dengan banyak alveolus. Bagian bronkiolus respiratorius dilapisi oleh epitel kuboid bersilia dan sel Clara, tetapi pada tepi muara alveolus, epitel bronkiolus menyatu dengan sel alveolus tipe 1. Semakin ke distal alveolusnya semakin bertambah banyak dan silia semakin jarang/tidak dijumpai. Terdapat otot polos dan jaringan ikat elastis di bawah epitel bronkiolus respiratorius.
Duktus alveolaris
Semakin ke distal dari bronkiolus respiratorius maka semakin banyak terdapat muara alveolus, hingga seluruhnya berupa muara alveolus yang disebut sebagai duktus alveolaris. Terdapat anyaman sel otot polos pada lamina proprianya, yang semakin sedikit pada segmen distal duktus alveolaris dan digantikan oleh serat elastin dan kolagen. Duktus alveolaris bermuara ke atrium yang berhubungan dengan sakus alveolaris. Adanya serat elastin dan retikulin yang mengelilingi muara atrium, sakus alveolaris dan alveoli memungkinkan alveolus mengembang sewaktu inspirasi, berkontraksi secara pasif pada waktu ekspirasi secara normal, mencegah terjadinya pengembangan secara berlebihan dan pengrusakan pada kapiler-kapiler halus dan septa alveolar yang tipis.
Alveolus
Alveolus merupakan struktur berongga tempat pertukaran gas oksigen dan karbondioksida antara udara dan darah. Septum interalveolar memisahkan dua alveolus yang berdekatan, septum tersebut terdiri atas 2 lapis epitel gepeng tipis dengan kapiler, fibroblas, serat elastin, retikulin, matriks dan sel jaringan ikat. 
Terdapat sel alveolus tipe 1 yang melapisi 97% permukaan alveolus, fungsinya untuk membentuk sawar dengan ketebalan yang dapat dilalui gas dengan mudah. Sitoplasmanya mengandung banyak vesikel pinositotik yang berperan dalam penggantian surfaktan (yang dihasilkan oleh sel alveolus tipe 2) dan pembuangan partikel kontaminan kecil. Antara sel alveolus tipe 1 dihubungkan oleh desmosom dan taut kedap yang mencegah perembesan cairan dari jaringan ke ruang udara.
Sel alveolus tipe 2 tersebar di antara sel alveolus tipe 1, keduanya saling melekat melalui taut kedap dan desmosom. Sel tipe 2 tersebut berada di atas membran basal, berbentuk kuboid dan dapat bermitosis untuk mengganti dirinya sendiri dan sel tipe 1. Sel tipe 2 ini memiliki ciri mengandung badan lamela yang berfungsi menghasilkan surfaktan paru yang menurunkan tegangan alveolus paru.
Septum interalveolar mengandung pori-pori yang menghubungkan alveoli yang bersebelahan, fungsinya untuk menyeimbangkan tekanan udara dalam alveoli dan memudahkan sirkulasi kolateral udara bila sebuah bronkiolus tersumbat.
read more...

Thursday, May 26, 2011

solusi dalam mencegah Penyakit Strees.

Stres adalah penyakit yang dapat menyerang siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Tak kenal Usia Tua maupun muda, semua dapat terserang Stres.  Stres apabila di biarkan begitu saja dapat menyebabkan gangguan jiwa, olehnya itu sebelum anda terkena penyakit ini ada baiknya anda sedini mungkin mempersiapkan tindakan pencegahan. Berikut beberapa solusi dalam mencegah Penyakit Strees.

Cari Penyebab Sters
apabila anda terlanjur terkena penyakit stres, langkah awal yang harus lakukan adalah mencari penyebabnya. Stres biasanya disebabkan karena tekanan pikiran yang berdampak pada tubuh anda. kebanyakan Stres disebabkan karena masalah keluarga, pekerjaan, hubungan dengan pacar dan masihbanyak lagi. nah setelah anda mengetahuinya, selesaikan masalah tersebut agarsupaya tidak menjadi beban pikiran bagi anda.

Rileks
Jangan perna menyepelekan hal yang satu ini, rileks bisa dilakukan dengan mencari hiburan,  rekreasi dan lainya. jika di analogikan manusia itu seperti komputer, jika setelah membuka program namun tidak melakukan refres maka komputer akan berjalan lambat, bisa saja menjadi Hang.


Tingkatkan energi
Jika Stress yang anda alami sudah dalam stetus Kronis, maka salah satu metode terbaik dalam mengatasinya adalah melakukan psikologi energi. Ini adalah teknik yang digunakan para praktisi terlatih dan melibatkan penyadapan pada meridians Anda (garis energi yang masuk melalui tubuh Anda yang digunakan dalam akupunktur) ketika stres secara bersamaan mengancam. Sesi ini akan membantu Anda mengeluarkan trauma tubuh sehingga tubuh dapat bersantai dan menyembuhkan dirinya sendiri.
read more...

Tuesday, May 24, 2011

Having healthy eyes with Lasik

IN the past decade, the phenomenon of lasik surgery enough attention in many countries. Singapore as a country with high rates of people with myopic eyes is one of the countries that have a lot of requests for lasik.

Although he has enough information and advertisements about lasik in circulation, there are still people and even the eye doctors who do not know the true about lasik, many kesalahapahaman, myths, and doubt. Confusion like this usually arises from the question what the benefits of lasik and refractive surgery process itself.

Here's an explanation Dr Chua Wei Han, M Med (Ophth), FRCSEd (Ophth), FAMS, Consultant ophthalmologist, refractive Surgery Service of the Singapore National Eye Centre to be able to address concerns about lasik.

What is lasik laser, without a knife?

This type of lasik surgery using femtosecond laser type to open the cornea. By using micro-mechanical keratom, complications that occurred when the cornea is very small opening. Aperture corneas that are too small and irregular would complicate the process of lasik second phase to be implemented.

Then, using the latest techniques hadirlah femtosecond laser. Small, with a short pulse infrared allowing the accuracy in the cornea. With the presence of this unique type of laser, an opening in the cornea becomes more smooth and do not leave their mark in time will heal. The more good making these openings, the better the resulting eye.

Can people over 40 years to do lasik?

Those who have a myopic eye at the age of 40's and need to use glasses to read, could be asked to continue to use glasses after lasik surgery. Although until now no method that does not require patient age of 40 use glasses again, this condition can be reduced by a series of other lasik procedure called "slight monovision".

This procedure, which is exactly the same as lasik procedure to fix a distant view, was made on the dominant eye to see far away, while the non-dominant eye, will still need to use reading glasses. This provides the same effects when patients use bifocals.

Most patients chose this procedure because it can help a distant view them, but others find it difficult to get used to the conditions of a pair of eyes that berbada different. This can be done several days after surgery in which patients can wear contact lenses on non-dominant eye.
read more...

How to ward off breast cancer

CANCER is a woman's number one killer in the world. Given the threat of breast cancer is always lurking, a preventive action needs to be done. Food is like a shield for the body. When you mengasup healthy foods, the body will be healthy and avoid disease. Conversely, when food intake is bad, the lurking threat of any disease. Sadly, these days often appear without the owner knowing the food has a minimal value of health so that people were threatened with cancer, especially breast cancer in women.

So to avoid the attack of breast cancer, selectively choose food into the solution. What should be considered? Times of India gives bocorannya.

Eating enough vegetables

Fresh vegetables have nutrients that are prepared to fight cancer. This is the best way to avoid any threat of disease. You also need to know the best absorption of nutrients vegetables, especially when mixed with olive oil. Some vegetables that are beneficial to combat diseases, such as spinach, broccoli, carrots, beets, tomatoes, and squash are rich in carotenoids and is believed to have anticancer properties.

Choose fruit with a proper

Be careful in choosing the fruit for consumption. Instead, choose a dark-colored fruit for nutrients is very good for your diet, such as grapes, raisins, bananas, or apples. Do not forget to eat fruit every day, especially when breakfast. The fruit will help you effectively absorb nutrients as well as not add to the pile of calories.

many eat foods containing fiber

Eat foods that contain high fiber so that it can help you manage your weight, lowers blood estrogen levels, and reduce the risk of breast cancer.

Limit milk and other dairy products

Consume milk, cheese, and yogurt should not be excessive. You need to limit because these foods do not contribute much to the protection of cancer. So, you can replace it with cow milk or soy milk. Of course this could be your daily required intake.
read more...

Plastic Surgery Fail, Life Can Float

OPERATION plastic is a perfect solution to beautify and improve certain body parts, especially faces. Even so, the procedure is not free from risk. Besides not necessarily reaping the rewards as you wish, plastic surgery can also make the lives lost, if done without proper procedures.

One of the procedures that must be done is to choose a safe place to perform plastic surgery. The reason, plastic surgery now, not only can be done at the hospital, but the beauty clinic, even the salon was already providing services "alter" the face or body.

Unfortunately, there are still many women who are not concerned with the security of this procedure. As a result, not a few victims that arise because of plastic surgery that failed.

According to the International Society of Aesthetic Plastic Surgery (iSAPS), Asian countries such as China, India, Japan, South Korea, Taiwan, and Thailand are among the top 20 countries as agents of cosmetic surgical procedures worldwide. In 2009, Asia is also the second largest plastic surgery center in the world.

In an age where Botox and liposuction commonly performed, most of us forget about the dangers and complications that may occur in this procedure.

For most people, do not be too dangerous Botox injections, because this is regarded as simple as their ears pierced. But in fact the contrary, there are many who have become victims of the failure of plastic surgery.

Elsewhere in Asia, there is a spike in the number of beauty centers popping up without permission and are not accredited plastic surgeon who offers cosmetic surgery at low cost to patients who are wanting new eyelids, lips fuller, or a flat stomach. But the result, even more often a disaster.

In fact, sophisticated medical market such as the United States is not spared from tragic events like this. And several similar incidents are not reported because they occur in an illegal clinic abroad.

Referring to the death of the mother of famous rapper Kanye West, Donda West, and former Miss Argentina, Solange Magnano, after complications arising from plastic surgery, the more questions arise about the risks of elective surgery.

Millions of people never do removal, reduction, change shape, capture or stripping on their body parts in each year. A large number of them also chose to do so not in the hospital, but in private clinics that do not even have proper facilities. This is the danger!

Dr Marco Faria Correa said, if your surgeon does not have a clinic at the hospital, make sure that he has a trained anesthesiologist and nurses.

At certain moments, rogue surgeon will perform surgery without a trained anesthesiologist or nurse anesthetist in the operating room. This is some of the causes of disasters could occur.
read more...

Monday, May 23, 2011

Beware, Mobile Can Reduce Male Fertility

A study has found that mobile phone use can lead to low sperm quality. As a result, decreased male fertility.

Men who have been diagnosed to have poor sperm quality and were trying to have children should limit their cellphone use. Researchers have found that while the use of mobile phones increase in circulating testosterone in the body, it also can cause low sperm quality and fertility decline.

"Our findings are a bit confusing," said Rany Shamloul, principal investigator who is a postdoctoral fellow at the Department of Pharmacology and Toxicology.

"We're hoping to find different results, but we found the results confirmed that there may be some mechanism that mengadung intrigue in the process," he added, as quoted Health24, Monday (23/05/2011).

Affect hormone levels

The research team found that men who reported high levels of use of their phones have the levels of circulating testosterone are also high. But it turns out, the level of luteinizing hormone (LH)-an important reproductive hormone released by the pituitary gland in the brain-becomes lower.

The researchers hypothesize that the electromagnetic waves (EMW) emitted by mobile phones have dual action on hormone levels and male fertility.

EMW can increase the number of cells in the testes which produce testosterone by lowering levels of LH released by the gland in the brain. EMW also hinder circulation changes testosterone into a form that is more active and powerful that is associated with sperm production and fertility.

Researchers hope, in-depth and sustained research is needed to determine appropriate ways how EMW affect male fertility.
read more...

taking painkillers raise blood cancer

Taking painkillers raise blood cancer. painkiller commonly consumed as a fever or when a cold. However, you should be wary because of the use of this medicine regularly and long term will increase the risk of suffering from blood cancer.

Please be careful for those who are routinely taking painkillers. Recent research shows that excessive use of acetaminophen, a painkiller that most behavior is also known as Tylenol in the United States and paracetamol in Europe may increase the risk of blood cancer.

However, this risk is relatively low and has not been confirmed by scientists regarding the role of these drugs to cause the deadly disease. This finding evidence of complex twists associated link between painkillers and cancer, and suggests that acetaminophen may be different from other drugs.

Previous research found that aspirin use can reduce the likelihood of dying from colon cancer, but increases the risk of bleeding. However, this conclusion is not yet clear, whether it will trigger the blood cancer or hematologic cancer.

"Before this study, there is very little evidence that aspirin reduces the risk of hematological cancers," said Emily White from the Fred Hutchinson Cancer Research Center in Seattle, United States, who worked on this latest research as reported by Reuters.

There are several clues that mention that the drug acetaminophen, on the other hand can increase the risk of cancer. However, it is based on individual cases of suffering from blood cancer. Studies examining the patients one by one is considered not as strong as this new series, following in the footsteps of a large population of healthy persons from time to time.

"We used a prospective study," said White.

However, he cautioned, there is no evidence that acetaminophen causes cancer and this new conclusions need to be confirmed before being used in every treatment decision. Previous studies have linked acetaminophen with asthma and eczema. However, scientists still disagree, whether the drug actually causes or simply "witness" who was not guilty.

The new study is also not free from the same limitations that people who consume lots of painkillers to deal with medical problems that lead to cancer throughout his life.

The researchers followed almost 65,000 middle aged men and women in Washington State. At first, they asked for data from participants about the use of painkillers during the last 10 years and ensure that he is not suffering from cancer (except skin cancer).

During an average of about six years, 577 people or less than 1 percent of participants-developing cancer that involves blood cells. Examples of such cancers include lymphoma and myelodysplastic syndrome (MDS). More than 9 percent of people who develop cancer due to use of one high dose of acetaminophen, compared with only 5 percent of those who are not sick.

After taking into account other factors such as age, arthritis, and family history of certain blood cancers, excessive acetaminophen users almost twice the risk of the disease.

"Someone who is aged 50 years or older have about the risk of 1 percent in ten years of getting one of these cancers," said White.

"Our study shows that if you are using acetaminophen at least four times a week for at least four years, will increase the risk of (blood cancer) to around 2 percent," he continued.

No other painkillers, including aspirin and ibuprofen, the risk associated with this blood cancer. Dr. Raymond DuBois, cancer prevention expert at the University of Texas MD Anderson Cancer Center in Houston, United States, say, acetaminophen works very differently than other painkillers that can be expected to have different effects on cancer.

"However, it is surprising to see that the use of acetaminophen increases the risk of blood cancer," said DuBois, who was not involved in this research.

McNeil Consumer Healthcare, a subsidiary of Johnson & Johnson that sells Tylenol, did not respond to requests for comment on these findings. White asserted, is too early to make recommendations based on this new research and no painkillers are free from side effects.

"Long-term use of any drug will cause side effects. You have to weigh the benefits against risks of all drugs, "he said.

Common blood cancer or leukemia is also called a type of cancer that attacks white blood cells produced by bone marrow (bone marrow). This bone marrow in the human body produces three types of blood cells, including white blood cell (functioning as immune against infection), red blood cell (function to bring oxygen into the body), and platelets (small part of blood cells that help the clotting process blood).

Leukemia is generally appear in a person since his childhood. A person with leukemia will show some symptoms, such as susceptible to infectious diseases, anemia, and bleeding.
read more...

5 Bahaya akibat kurang tidur

Menurut sebuah penelitian ada banyak bahaya yang ditimbulkan bagi tubu, jika kurang tidur. berikut 5 bahaya akibat kurang tidur :

Rentan terhadap penyakit jantung

Wanita yang secara teratur mendapatkan kurang dari lima jam tidur tiap malam secara signifikan lebih mungkin menderita hipertensi, pemicu utama penyakit jantung, menurut sebuah studi baru-baru ini. Bila Anda kurang tidur, tubuh akan memproduksi hormon stres lebih banyak dan zat-zat lain yang meningkatkan peradangan, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Mengembangkan diabetes


Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Archives of Internal Medicine, mereka yang memeroleh kurang dari lima jam tidur per malam memiliki 2,5 kali risiko terkena diabetes dibandingkan dengan mereka yang tidur 7-8 jam. Alasannya, pengurangan jam tidur secara signifikan mengurangi kemampuan Anda untuk mengatur kadar gula darah.

Emosi tidak stabil


Para ilmuwan telah menemukan bahwa kurang tidur membuat amigdala (bagian dari otak yang memproses emosional) masuk korteks prefrontal (bagian dari otak yang mengatur penalaran) dan menjadi tidak aktif, membuat mood Anda kurang stabil dari biasanya.

“Kurang tidur membuat otak tidak mampu mengolah pengalaman emosional dan menghasilkan respons yang rasional,” kata peneliti Matthew Walker PhD.

Lebih sering sakit

Saat tidur, tubuh Anda memproduksi sitokin, zat kimia yang membantu sistem kekebalan tubuh melawan infeksi dan penyakit.

"Tidur tidak hanya memengaruhi seberapa baik tubuh Anda melawan infeksi, tetapi juga menentukan seberapa baik tubuh memroduksi antibodi setelah vaksinasi. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur memproduksi antibodi flu lebih sedikit setelah menerima vaksin flu," kata Matthew.

Kegemukan

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mendapatkan kurang dari tujuh jam tidur malam cenderung 30 persen menjadi lebih gemuk. Kurang tidur mengubah aliran hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang, yang dapat menyebabkan Anda makan lebih banyak.

Sumber : Okezone.com
read more...