Tuesday, December 6, 2011

cara buat fb Facebook

| Tutorial cara buat fb | cara bikin fb | cara buat facebook | cara bikin facebook | Blogger bugis - facebook atau yang biasa di singkat fb yang telah menjamur selama 6 tahun terakhir, kini telah menjadi trend dalam bermasyarakat, bahkan di seluruh kalangan mulai dari yang muda sampai yang tua. nah kali ini saya akan membahas tutorial salah satu jejaring sosial ini yaitu cara buat fb (facebook).

sebenarnya cara buat fb itu cukup mudah. yang anda butuhkan yaitu :
1. Koneksi Internet
2. elektronik mail atau e-mail baik itu, yahoo, gmail, dll. " kalo gak punya, yah buat dulu" caranya, baca tutorial cara buat emal
3. dan segelas soft drik, heheheh :D

To the point cara buat fb :

1. pertama, masuk ke halaman pendaftaran fb di www. facebook.com atau Klik disini untuk ke halaman pendaftaran fb. anda akan di bawa menuju halaman pendaftaran seperti gambar berikut :

nah, lengkapi seluruh kolom yang telah disediakan hampir sama ketika anda mengisi formulir sekolah atau formulir lainnya. Note : sandinya yang gampang - gampang saja tapi usahakan gak ada yang tau yah...!!!

nah selanjutnya kmu akan di bawa ke halaman pemeriksaan keamanan seperti pada gambar berikut :

nah masukkan huruf seperti pada gambar yang telah di tandai diatas kedalam kotak yang telah disediakan.
setelah tahapan ini, tahapan selanjutnya adalah tahapan memulai. sekarang anda telah memiliki akun facebook yang belum terverifikasi tapi langkah berikut jga perlu diperhatikan sebelum mem-verifikasi-kan akun fb anda :
halaman ini adalah halaman pencarian teman menggunakan alamat e-mail teman kamu, tapi kalo kamu gah hapal, bisa dilewati ko'... klik Lewati langkah ini. 

kamu akan di bawah ke tahapan ke 2 seperti gambar berikut :

masukkan data yang telah disediakan, kemudian klik kotak Simpan dan lanjutkan, setelah itu kamu akan dibawa kahalaman pengunggahan foto profil. selanjutnya seperti pada gambar berikut adalah tahapan pengungahan gambar :

tahap 1
klik unggah foto

tahap 2

klik pilih berkas

setelah pengunggahan selesai, klik simpan dan lanjutkan. nah sekarang 70 % pendaftaran fb kamu telah selesai. langkah terakhi adalah verifikasi pendaftaran. kamu cukup masuk ke halaman inbox e-mail kmu, kemudian cari email dari facebook, buka dan cari link verifikasinya. dan secara otomatis facebok anda telah ter-verifikasi. it's all done. Selamat anda telah memiliki akun facebook
read more...

share artikel secara otomatis di facebook

Artikel tanpa pembaca sama bagaikan sayur tanpa garam. begitulah kira-analogi yang dapat saya simpulkan jika artikel tanpa pembaca. Sudah susah buatnya, tapi gak ada yang membacanya kan, sia-sia. Menggunakan Search engine, juga punya banyak saingannya, untung kalo konten yang dibuat langsung di halaman 1, masih punya peluang ada yang ngebuka,.. tapi kalo terdampar di Halaman 5 ke atas??? [ : ( ]. Jalan Lainya biasanya, Share di Facebok, tapi masalahnya Ribet, Copy paste URL nya. Nah, Tulisan kali ini saya akan berbagi Tips "share artikel otomatis di facebook" aplikasi yang digunakan yaitu my blog Post My Blog Post. tapi sebelumnya anda harus punta akun facebook. kalo belom tau, baca dulu artikel saya yang judulnya cara buat fb

Kelebihan dari Aplikasi ini adalah :
1. tentunya Bisa Update Artikel Secara Otomatis Di Facebook jika terhubung.
2. Bisa Langsung Update Ke Fan Page

Caranya Sangat Mudah. berikut tahapannya.

1. Login Di Facebook
2. cari di halaman pencarian facebook anda dengan keyword My Blog Post atau Klik Disini
3. anda akan di bawah ke halamn seperti gambar berikut :

Halaman seperti diatas adalah halaman perizinan dan tentunya andah harus mengizinkan aplikasi tersebut untuk mengakses data anda. maka untuk melanjutkannya kilk Izinkan

4. setelah itu anda akan di bawa ke halaman seperti gambar berikut :
5. jika anda tidak memiliki Fan Page, maka Langsung Masukkan Alamat URL anda pada kotak "your blog address" dan selanjutnya klik "connect this blog" dan Selesai. Tapi jika anda punya Fan Page maka klik Connect to fan Page untuk menghubungkan dengan Fan Page anda. dan anda akan di bawah ke halaman Perizinan Lagi selanjutnya klik izinkan. dan selanjutnya akan tampil seperti Gambar dibawah ini :

langkah selanjutnya masukkan url anda pada kotak your blog address  dan selajutnya klik connect this blog to fan page. dan anda akan di bawak ke halaman seperti gambar berikut :
selanjutnya klik "connect this blog to a fan page" dan Selesai.

read more...

Monday, December 5, 2011

PRODUKSI DAN BERAT TELUR PADA AWAL SIKLUS PERTAMA


PRODUKSI DAN BERAT TELUR PADA AWAL SIKLUS PERTAMA
 
Laboratorium Produksi Ternak Unggas Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin 90245

Abstrak

Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui tingkat dan karakteristik produksi dan berat telur pada awal siklus pertama, dengan menghitung HDP (Hen Day Production), HHP (Hen House Production), dan Egg Mash ( Massa Telur). Sebanyak 500 ekor ayam petelur strain Lohmann Brown dengan umur 35 minggu, ditempatkan dalam kandang tipe baterai dengan ukuran 30x40x30 cm, pakan 110-120 gr/e/hari dengan nilai nutrisi protein 18% dan energi metabolik 2800 kkal/kg serta pemberian cahaya selama 16 jam/hari. Hasil praktikum menunjukan terjadinya kenaikan produksi telur (HHP dan HDP) serta terjadi pertambahan berat telur dan kenaikan  egg mass seiring dengan pertambahan umur ayam.  Kesimpulan yang diperoleh bahwa nilai HDP dan HHP mengalami kenaikan seiring pertambahan umur ayam.  Sementara berat telur semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan ayam, dan nilai egg mash tergantung dari persentase produksi telur harian dan berat telur.

Kata kunci : Ayam petelur, Produksi ayam petelur, Lohmann Brown.
PENDAHULUAN
            Di Indonesia, terdapat beberapa peternakan ayam petelur yang belum melakukan praktek manajemen dan pengelolaan yang baik, misalnya belum teraturnya sistem recording (pencatatan).  Sehingga kita tidak bisa dengan cepat memantau perkembangan produksi mingguan. Bahkan apabila sistem recording ini dilakukan dengan sedikit menerapkan kemampuan dan pengetahuan komputer maka tidak mustahil perkembangan harian produksi ayam petelur dapat dipantau dengan baik. Dengan melakukan recording yang baik maka peternak dapat memantau %HDP (Hen Day Production), %HHP (Hen House Production), Egg mash (Massa Telur), Egg Weight (Berat Telur) yang akan dibandingkan dengan standar produksi dari ayam petelur tersebut.
Memasuki fase pra-layer maka pakan yang diberikan harus sesuai yaitu protein minimal harus 17% dengan energi minimal 2700 kkal. Energi disini lebih rendah dimaksudkan agar tidak terjadi kelebihan panas dalam tubuh maupun di saluran reproduksi. Pada fase ini diharapkan adanya peningkatan asam amino. Dengan tercukupinya kebutuhan asam amino maka ayam akan bertelur tepat waktu dan dapat mencapai puncak produksinya sesuai dengan standar yang dikeluarkan dari perusahaan pembibitan ayam.  Salah satu permasalahan yang sering dihadapi dalam peternakan ayam petelur adalah adanya perbedaan kualitas dan kuantitas produksi telur pada ayam yang telah memasuki fase awal dari suatu siklus produksi sehingga harus ditemukan penyebab dan faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Permasalahan ini biasanya terjadi karna adanya ketidakseragaman pada ayam baik dari segi berat badan, maupun jumlah konsumsi pakan/ekor/hari.

METODOLOGI PRAKTIKUM
            Praktikum Produksi Unggas mengenai Produksi dan Berat Telur, dilaksanakan pada hari Selasa 28 september – Sabtu 02 oktober 2010, setiap pagi dan sore hari, di Laboratorium Produksi Unggas Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Makassar. Ayam yang digunakan adalah ayam ras petelur strain Lohhman brown sebanyak 500 ekor di awal periode pertama.  Ayam ditempatkan dalam kandang tipe baterai yang diisi 2 ekor ayam dengan ukuran 30x40x30 cm.  Penambahan cahaya dilakukan sebanyak 4 jam pada sore hari sehingga total pemberian cahaya adalah 16 jam. Pemberian pakan dilakukan dua kali pada pagi dan sore hari sebanyak 110-120 gr/e/hari.ransum yang diberikan terdiri dari jagung, konsentrat dan dedak.  Sedangkan air minum diberikan secara add libitum (terus menerus).  Data kebutuhan nutrisi pakan untuk ayam ras petelur strain Lohmann Brown dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1.Kebutuhan nutrisi pakan ayam ras petelur fase layer

Bahan
Protein (%)
Em (Kkal/kg)
Konsentrasi (%)
Jagung
9
3340
50
Dedak
12
1630
17
Konsentrat
35
2500
33
Jumlah
18
2575
100

Parameter yang diukur adalah hen day production (HDP), hen house production (HHP), berat telur dan egg mass.pengambilan data didasarkan pada jumlah telur dan berat telur harian kemudian data disajikan dalam bentuk grafik.
                       
Produksi Telur
HDP    =                                            x            100%
                        Jumlah Ayam


Produksi Telur
HHP    =                                                                     x           100%
Jumlah Ayam Awal Produksi


Egg Mash        =          HDP x Berat Telur



HASIL DAN PEMBAHASAN
            Berdasarkan Praktikum yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil sebagai berikut:
Produksi telur.
Berdasarkan data yang diperoleh tentang produksi telur ayam pada umur muda atau awal periode pertama yang diamati, dapat dilihat pada Gambar 1:
Gambar 1. Produksi telur pada periode pertama
Berdasarkan gambar 1, maka diketahui bahwa nilai HDP diperoleh dari perbandingan jumlah produksi telur dengan jumlah ayam dalam kandang sementara nilai HHP diperoleh dari perbandingan jumlah produksi telur dengan jumlah ayam pada awal produksi. Perhitungan HHP dan HDP sangat penting dalam menentukan tingkat keuntungan dan efesiensi usaha suatu peternakan ayam petelur.  Hal ini sesuai dengan pendapat Sudarmono (2009) yang menyatakan bahwa HH (hen house) dan HD (hen day) bertujuan untuk mengetahui tingkat produksi yang dihasilkan tiap hari sehingga dapat dibandingkan dengan produksi sebelumnya.
Berdasarkan gambar 1, maka terlihat nilai dari HHP dan HDP mengalami kenaikan mulai dari umur 19 - 24 minggu dan kenaikannya telah stabil atau mencapai titik puncak  pada umur 25 – 34 minggu,  disebabkan karena tingkat produksi ayam meningkat pada awal siklus pertamaAyam yang berproduksi pada awal siklus pertama produksi telur akan meningkat sampai mencapai titik puncak.  Namun dapat dilihat pada gambar 1 bahwa kenaikan HDP dan HHP tidak sesuai dengan standar yang ada,  hal  ini disebabkan karena faktor ketidakseragaman berat badan ayam.   Jika berat badan ayam seragam, maka pertumbuhan dan dewasa kelaminnya akan seragam, sehingga nantinya ayam akan seragam bertelur . Hal ini sesuai dengan pendapat Rasyaf (1991) yang menyatakan bahwa waktu awal bertelur pada ayam erat sekali kaitannya dengan umur kedewasaannya.  Ayam tidak akan bertelur sebelum dewasa kelamin atau cukup usia.  
Pertumbuhan ayam yang seragam, salah satunya dipengaruhi oleh konsumsi pakan/ekor/hari. Jika diinginkan pertumbuhan yang optimal, maka dibutuhkan pakan yang berkualitas. Hal ini sesuai dengan Tilman dkk (1983) bahwa pertumbuhan erat hubungannya dengan konsumsi makanan yang mencerminkan pula konsumsi gizinya, sehingga untuk mencapai perkembangan dan pertumbuhan yang optimal, dibutuhkan sejumlah zat-zat makanan yang bermutu baik kualitas maupun kuantitasnya.

Berat Telur dan  Massa Telur
            Berikut merupakan grafik yang menggambarkan persentase berat telur dan massa telur (egg mass).
            Gambar 2. Berat Telur Dan Egg Mass Pada Awal  Periode Pertama.
Berdasarkan Gambar 2 terlihat bahwa pada minggu 19 – 34 berat telur mengalami peningkatan seiring dengan pertambahan umur dari ayam petelur, semakin bertambah umur ayam maka semakin tinggi berat telur yang dihasilkan, namun peningkatan tersebut tidak sesuai standar yang telah ditentukan. Salah satu penyebabnya dipengaruhi oleh faktor pakan.  Hal ini sesuai dengan Jurnal Nirwana (2008) bahwa selama minggu ke-16 sampai puncak produksi harus ada kenaikan pakan, apabila standar konsumsi pakan tidak tercapai, maka perlu dilakukan pemeriksaan terhadap ventilasi, sirkulasi udara, temperature, penerangan, dan kesehatan ayam.
Egg mass merupakan hasil perkalian antara persentase produksi telur harian dengan berat telur yang menunjukan tingkat efesiensi dari produksi untuk tiap hari.  Pada Gambar 2 menunjukan bahwa semakin tinggi berat telur maka semakin tinggi pula nilai egg massnya, disebabkan oleh persentasi produksi telur harian (HDP) semakin meningkat pada awal siklus pertama berproduksi. Hal ini sesuai dengan pendapat Kartasudjana (2006) yang menyatakan bahwa nilai egg mass tergantung dari persentase produksi telur harian dan berat telur. Apabila egg mass meningkat maka produksi telur meningkat pula sebaliknya egg mass turun produksi telur menurun. Lebih lanjut ditambahkan oleh Amrullah (2004) yang menjelaskan bahwa penggunaan massa telur (egg mass) dibandingkan jumlah telur merupakan cara menyatakan perbandingan kemampuan produksi antar kelompok atau galur unggas oleh akibat pemberian makanan dan program pengelolaan yang lebih baik.

KESIMPULAN

Berdasarkan Praktikum yang telah dilaksanakannya maka dapat disimpulakan bahwa  nilai HDP dan HHP mengalami kenaikan  seiring dengan pertambahan umur ayam.  Namun, tidak sesuai standar yang ada.  Salah satu faktornya  adalah ketidakseragaman berat badan ayam. Sementara berat telur semakin meningkat seiring dengan pertambahan umur ayam dan nilai egg mass tergantung dari persentase produksi telur harian dan berat telur.

DAFTAR PUSTAKA

Amrullah, I.K. 2004.Nutrisi Ayam Petelur. Penebar Swadaya. Jakarta.

Nirwana, 2008. Pengaruh Strain dan Jenis Konsentrat Terhadap Produktivitas

Ayam Ras Petelur Fase Layer. Hal 9.

Rasyaf. M, 1991. Pengelolaan Produksi Telur. Penerbit Kanisius, IPB. Bogor

Sudarmono  (2009). Pedoman Pemeliharaan Unggas Petelur/.www.google ebook.com
(diaksestanggal 4 Oktober  2010)
Suprijatna, E. 2005.Ilmu Dasar Ternak Unggas.Penebar Swadaya. Jakarta
Tilman , D. A., H. Hartadi, S. Prawiro dan Lebdosoekodjo. 1989. Ilmu Makanan Ternak
Dasar. Gadjah Mada University Press.
Yogyakarta.
read more...