Wednesday, January 4, 2012

Kolesterol dan jenis-jenis kolesterol

Kolesterol

Kolesterol adalah lipida yang diproduksi oleh hati dan terdapat dalam makanan-makanan yang berasal dari hewan, seperti daging dan makanan-makanan lemak jenuh. Kolesterol pada dasarnya adalah lemak, maka kolesterol diangkut dalam tubuh pada lipoprotein. Kolesterol digunakan oleh sel sebagai energi, dalam pergantian sel untuk membentuk sel-sel hormonal kelamin, dan pekerjaan penting lainnya.

Kolesterol adalah lemak yang terdapat dalam aliran darah atau berada dalam sel tubuh, yang sebenarnya dibutuhkan untuk pembentukan dinding sel dan sebagai bahan baku beberapa hormon, namun apabila kadar kolesterol dalam darah berlebihan, akan mengakibatkan penyakit jantung koroner dan stroke. Kolesterol secara alami bisa dibentuk oleh tubuh sendiri, selebihnya didapat dari makanan hewani, seperti daging, unggas, ikan, margarin, keju, dan susu.  Makanan yang berasal dari nabati, seperti buah, sayur, dan beberapa biji-bijian, tidak mengandung kolesterol. Kolesterol sendiri tidak larut dalam darah, untuk itu perlu berikatan dengan pengangkutnya yaitu lipoprotein, yaitu low-density lipoprotein (LDL) atau high-density lipoprotein (HDL). 

Jenis-jenis kolesterol
  • Kolesterol LDL 

Kolesterol LDL adalah lemak yang “jahat”, karena bisa menimbun pada dinding dalam dari pembuluh darah, terutama pembuluh darah kecil yang mensuplai makanan ke jantung dan otak. Timbunan lemak itu makin lama makin tebal dan makin keras, yang dinamakan arteriosklerosis, dan akhirnya menyumbat aliran darah. Kolesterol LDL yang optimal adalah bila kadarnya dalam darah di bawah 100 mg/dl. Kolesterol LDL 100 – 129 mg/dl dimasukkan kategori perbatasan (borderline), apabila di atas 130 dan disertai factor risiko lain seperti merokok, gemuk, diabetes, tidak olahraga, apalagi jika sudah mencapai 160 atau lebih, maka segera perlu diberi obat. Kadar LDL yang tinggi dalam aliran darah disebabkan adanya alat penangkap atau penerima khusus pada sel yang melekat pada LDL bila mereka membutuhkannya. Bila sel telah memiliki kolesterol yang cukup, mereka berhenti memproduksi penerima kolesterol, membiarkan kolesterol LDL mengalir bebas dalam aliran darah.
  • Kolesterol HDL 

Kolesterol HDL (High Density Lipoprotein) merupakan lemak yang dapat melarutkan kandungan LDL. Kolesterol HDL disebut sebagai lemak yang “baik”, lantaran dapat membersihkan dan mengangkut timbunan lemak dari dinding pembuluh darah ke hati. Kolesterol HDL yang ideal harus lebih tinggi dari 40 mg/dl untuk pria, atau di atas 50 mg/dl untuk wanita. Penyebab kolesterol HDL yang rendah adalah kurang gerak badan, terlalu gemuk, serta kebiasaan merokok. Selain itu, hormon testosteron pada pria, steroid anabolik, dan progesteron bisa menurunkan kolesterol HDL, sedangkan hormon estrogen wanita menaikkan HDL. Kadar kolesterol yang rendah dalam darah dapat meningkatkan resiko akan penyakit kardiovaskuler(Curb, 2004; Sharnet, 2001; Gordon T, 2002; Turner 1998; Gordon DJ, 1989).
  • Kolesterol Lp(a)

Kolesterol Lp(a) adalah suatu variasi dari kolesterol LDL. Lp(a) yang  tinggi berbahaya bagi jantung. Penyebab peningkatan Lp(a) belum jelas, mungkin berkaitan dengan faktor genetik.

Rasio Kolesterol

Yang dimaksud dengan Rasio Kolesterol (Cholesterol Ratio) adalah perbandingan dari kolesterol total dibagi dengan kolesterol HDL. Misalnya bila kolesterol total anda 200 mg/dl, kolesterol HDL 50 mg/dl, maka Rasio Kolesterol adalah 200 :50 = 4 : 1. Upayakan Rasio selalu di bawah 5 : 1, rasio yang optimal adalah 3,5 : 1. 

read more...

Mengenal tanaman Kedelai

Mengenal tanaman Kedelai
Kedelai adalah tanaman yang termasuk dalam genus Glycine. Tanaman ini mempunyai kaitan yang erat dengan tumbuhan berdaun empat, kacang-kacangan, dan alfafa. Kacang kedelai adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan Timur Jauh seperti kecap, tahu, tempe dan susu / serbuk kedelai. Kedelai yang dibudidayakan sebenarnya terdiri dari paling tidak dua spesies: Glycine max (disebut kedelai putih, yang bijinya bisa berwarna kuning, agak putih, atau hijau) dan Glycine soja (kedelai hitam, berbiji hitam). Glycine max merupakan tanaman aslrai daerah Asia subtropik seperti Tiongkok dan Jepang selatan, sementara Glycine soja merupakan tanaman asli Asia tropis di Asia Tenggara. Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910.

Bagian kedelai yang dapat dimakan sebenarnya merupakan biji dari polong kedelai. Kedelai muda berbentuk polong yang belum keras dan berwarna hijau. Namun, ketika sudah tua, warnanya berubah menjadi kecoklatan dan ketika masak akan mengeras dan mengering.

Kedelai atau produk-produk kedelai biasa disebut soya. Menurut Soya Bluebook, sebuah referensi perdagangan terkemuka, kedelai merupakan kata yang dipakai  untuk menggambarkan “tanaman, hasil-hasil dan produk-produk yang bahan dasarnya berasal dari kedelai”. Jauh sebelum ahli-ahli kimia berhasil menganalisis makanan yang secara mendetail sampai ke molekul-molekul terdekatnya, orang Cina menjuluki  kedelai dengan nama “daging tanpa tulang” dan “sapi Cina”. Bahkan sebelum orang mengetahui keberadaan protein, orang Cina memperkirakan bahwa kedelai merupakan salah satu sumber gizi terpenting bagi perkembangan tubuh manusia.

read more...

TERAPI KEDELAI UNTUK MENURUNKAN KADAR KOLESTEROL

TERAPI KEDELAI UNTUK MENURUNKAN KADAR KOLESTEROL

Menurut American Heart Association, hampir 95 juta orang Amerika memiliki kadar kolesterol di atas 200 mg/dl dan 37 juta memiliki kadar 240 mg/dl. Laporan 1987 dari Kolesterol Nasional Pendidikan Program , Adult Treatment Panel menyarankan tingkat kolesterol darah total harus: <200 mg / dL kolesterol darah normal, 200-239 mg / dL perbatasan-tinggi, lebih dari 240 mg / dL kolesterol tinggi (National Cholesterol Education Program, 2001). The American Heart Association menyediakan seperangkat pedoman yang sama total (puasa) tingkat kolesterol darah dan risiko penyakit jantung (American Heart Association, 2008). Kadar kolesterol yang tinggi tidak terlepas dari makanan yang dikonsumsi oleh manusia. 

Di era globalisasi ini, makanan instant seperti ayam Kentucky dan sebagainya merupakan makanan yang sangat digemari oleh masyarakat. Padahal mereka tidak mengetahui bahaya yang dapat ditimbulkannya. Populasi studi secara konsisten telah menunjukkan bahwa kolestrol HDL mempunyai peran dalam penyakit kardiovaskuler (Assmann G,dkk,2002). Makanan demikian memperbesar peluang kita  terserang berbagai macam penyakit seperti penyakit kardiovaskuler. Selain itu, tanpa kita sadari, makanan cepat saji yang cara menyajikannya dengan menggoreng terlebih dahulu  mengandung kadar kolesterol yang tinggi. Jika hal ini terus berlangsung tanpa kita sadari, maka kita dapat saja secara tiba-tiba meninggal.

Kolesterol merupakan lipida yang diproduksi oleh hati dan terdapat dalam makanan yang berasal dari hewan, seperti daging dan makanan-makanan lemak jenuh. Kolesterol pada dasarnya merupakan lemak yang diangkut dalam tubuh pada lipoprotein. Jika kadar kolesterol dalam tubuh  tinggi, maka dapat menyebabkan timbulnya plak. Selain itu, juga dapat menyebabkan pembuluh darah tersumbat karena jantung terbungkus lemak sehingga jantung mengalami kerusakan. Apabila jantung mengalami kerusakan, maka berpeluang besar terjadinya serangan jantung bahkan dapat mengakibatkan kematian secara tiba-tiba. (Read More about kolesterol)

Berdasarkan penyelidikan epidemiologi, perempuan-perempuan post menopaus di China yang mengkonsumsi kedelai lebih banyak, mengalami serangan Jantung 86% sedikit lebih dibandingkan dengan yang mengonsumsi kedelai lebih sedikit (Zhang X, 2003). Orang Jepang mempunyai tingkat kematian paling rendah akibat serangan jantung dalam populasi laki-laki di seluruh dunia dan memiliki tingkat terendah kedua bagi populasi wanitanya. Meskipun menu orang Jepang juga mengandung senyawa lain yang juga dapat mencegah infeksi bakteri, tetapi para ilmuwan yakin bahwa frekuensi mengkonsumsi kedelai menjadi faktor utama masyarakat Jepang memiliki tubuh yang sehat dan umur yang panjang. Protein kedelai telah terbukti mempunyai efek menurunkan kolestrol, yang dipercaya karena adanya isoflavon (Kowara,Sutrisno, 2006). Isoflavon merupakan faktor kunci dalam kedelai sehingga memiliki potensi memerangi penyakit tertentu. Isoflavon kedelai dapat menurunkan resiko penyakit jantung dengan membantu menurunkan kadar kolesterol darah. Protein kedelai telah terbukti mempunyai efek menurunkan kolesterol, yang dipercaya karena adanya isoflavon di dalam protein tersebut.

Para peneliti yakin bahwa hanya dengan menambahkan sedikitnya 2 ons makanan yang terbuat dari kedelai ke dalam menu sehari-hari yang sehat dapat menjaga tubuh kita dari penyakit kanker dan jantung akibat bahaya kolesterol tinggi. Oleh sebab itu, dengan mengkonsumsi kedelai dapat meningkatkan kesehatan kita semua, terutama mencegah timbulnya penyakit-penyakit akibat kadar kolesterol yang tinggi.
read more...